Kicauan pemabuk es teh manis
Dunia ini. Aku tak tahu lagi dengan kata apa aku menggambarkannya. Setengah rusak kah? atau rusak seutuhnya kah? atau hati nuraniku yang sedang rusak?. Sehingga sampai detik ini aku tidak dapat merasakan keberadaan diriku. Sendirian, berteman dengan angin dan menunggu kehancuran. Aku merasa bosan dengan manusia yang ku temui setiap harinya selalu terpaku pada gawai. Aku merasa lelah karena setiap hari kaki ini menabrak sampah yang berserakan di jalanan. Lalu aku bertanya lagi. Ada apa dengan manusia hari ini? Kenapa mereka? Di sudut kota yang gelap, terdengar degup kencang suara musik. Yang bila ku intip dari luar, banyak sekali pria dan wanita yang menyanyi, menari dan berjoget berampur baur tanpa merasa takut kalau Tuhan juga dapat marah. Ku teruskan langkahku dan ku temui banyak sekali mobil-mobil mewah yang terjebak dalam kemacetan. Mereka saling berbalas klakson dan berteriak marah-marah. Kemacetan di malam hari, menurutku sudah biasa. Memang seperti itu wataknya orang kaya. ...