Jangan menyesal!! Karena masa tuamu ditentukan dari sekarang (masa muda mu)



Teringat sebuah cerita di akhir tahun, saat sedang melaksanakan perjalanan liburan ke jogja. Hari itu, tepatnya di akhir tahun 2016, aku bersama keluargaku memutuskan untuk mengambil liburan ke Jogjakarta. Rencana liburan ini yaitu selama 3 hari. Karena disana kami tidak mempunyai keluarga atau saudara dekat, maka kami pun menginap di sebuah homestay sederhana di daerah lempuyangan jogjakarta.

Disini aku tidak menceritakan seluruh perjalanan dari keberangkatan sampai pulang lagi kerumah. Hanya ada sedikit kaitannya dengan judul postingan yang aku buat. Yaitu tentang masa tua. Jangan sampai kau menyesalinya dimasa yang akan datang.

Sore itu, kami hendak pergi ke Malioboro jogja dari lempuyangan. Jaraknya tidaklah jauh. Ternyata, dengan berjalan kaki sejauh 500m, kami bisa menikmati indahnya Jalan Malioboro. Ke Jogja, tentu Malioboro menjadi salah satu icon pusat keramaian di kota ini. Menurutku Malioboro sama saja seperti Jalan-jalan lainnya. Hanya saja, terdapat sedikit perbedaan. Yaitu, malioboro menjadi tempat berkumpulnya para seniman kreatif, dan makanan-makanan yang unik serta merchandise atau oleh-oleh yang menarik. 

Sore itu kami melintasi rumah orang cina, pemilik toko sembako di salah satu kampung di lempuyangan. Dari luar rumah aku sudah mendengar suara alunan lagu yang sangat kencang, namun nadanya indah. Ya, aku menyebutnya lagu lawas. Seorang pria paruh baya, pemilik toko klontong tua, memutar piringan hitam. Ia duduk di kursi goyang, sambil membaca koran di ruang tamu. Aku berpikir sambil membayangkan "oh begitukah masa tuaku nanti?" Tanyaku dalam hati. 

Dan sekarang di tahun 2017. Selama perjalanan itu sebenarnya aku selalu disuguhkan oleh kejadian-kejadian yang mengingatkanku tentang masa tua. Contohnya di sebuah masjid tempat biasa aku sholat maghrib sebelum berangkat kuliah. Suatu hari, seorang pria paruh baya datang menghampiriku yang tengah selesai membaca al-qur'an di masjid. Hari itu aku menatap wajahnya. Lalu, ia berani membuka pembicaraan dengan sedikit basa-basi. "duh, maklum udah tua. jalan jauh-deket, sama aja. cape. haduhhh~". Lalu aku hanya tersenyum melihatnya. Dalam hati aku berbisik. "Luar biasa sekali bapak ini. Di usianya yang sudah tidak lagi muda, namun semangatnya dalam meraih ridho Allah sangat besar. Terkadang jika aku membandingkannya dengan anak muda jaman sekarang, Jauh.

Masa tua adalah masanya menunggu mati. Tenaga tak lagi penuh. Meskipun kita memiliki banyak waktu, namun jika tidak ada tenaga, maka sama saja. Dari kedua contoh dan contoh lainnya itu aku belajar banyak. Aku berjanji di dalam diriku sendiri, bahwa aku tidak akan menyia-nyiakan waktu yang aku miliki di masa muda ini. Karena jika sudah tua, maka kita tidak akan bisa kembali lagi merubah waktu yang telah berlalu.

Aku berwasiat kepada diriku sendiri, aku tidak boleh menyia-nyiakan sholat lima waktu. Selagi masih memiliki tenaga, sehat jasmani dan rohani, aku tidak boleh meninggalkan sholat yang lima waktu. Sebab, kalau sudah tua, kita akan sulit untuk sholat. Kita akan mudah kelelahan, bahkan sholat pun harus dengan cara duduk. Kemudian, aku harus menjadi orang yang sukses. Agar di masa yang akan datang, aku bisa memanen hasil kerja kerasku untuk kepentingan banyak orang. Sobat, masa tua mu ditentukan dari masa muda mu. Berhentilah bermalas-malasan, jadilah orang yang kuat, dan nikmati masa tuamu dengan ketenangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan harianku - part 1

Atlantica Online Indonesia ditutup, penggemar setia kecewa