Kuliah Sambil Kerja? Siapa Takut! (Diary Sore Hari Part 2)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat malam teman-teman... hehehe

Ya, malam ini aku akan melanjutkan cerita diary sore hari yang tadi sore aku publish.

Sampai mana yaa tadi?...
Oh iya, masih terkait dengan strategi rahasia milikku. hehe...

Strategi ketiga yaitu menghemat uang makan. Dalam seminggu aku memperoleh uang makan sebesar 150 ribu rupiah. kalau dibagi 6 hari, yaitu aku mendapat 25 ribu perhari. Jika aku tidak masuk satu hari, maka sehari itu aku tidak mendapatkan uang makan yang 25 ribu. Apabila aku full masuk kerja selama satu minggu tanpa izin atau bolos, maka aku berhak mendapatkan uang makan seutuhnya. Alhamdu? lillah... hehe...

Buat aku uang 150 ribu itu sangat besar. Alhamdulillah, aku selalu bersyukur dengan apa yang aku miliki. Untuk makan 6 hari atau seminggu menurutku itu sudah lebih dari cukup. Tinggal bagaimana aku mengelola uang makan itu dengan baik. Tentunya agar aku bisa bertahan dengan uang 150 ribu itu, aku harus menghemat dan makan ala kadarnya, tidak yang bermewah mewah. Karena kelezatan makanan menurutku dan kata dosen matematika ku, hanya berada di tenggorokan saja. Setelah masuk ke dalam mulut rasanya biasa saja.

Dengan uang makan 150 ribu itu, aku coba untuk membaginya 10ribu perhari. Maka hampir setiap hari aku makan di tempat yang sama. Kalau tidak warteg, nasi padang atau rumah makan sederhana yang serba 10 ribu. Oh iya, dengan uang 150 ribu itu, sebagiannya aku sisihkan untuk ditabung. Untuk masa depan hihihi...

Bosan? tentu... tapi aku berusaha untuk tetap bersyukur dalam kondisi apapun. Biarpun makannya cuma sama gorengan atau lalaban, kalau ikhlas dan bersyukur rasanya lebih dari nikmat kok. asiik hehe...

Lalu yang berikutnya Strategi ke-Empat. Pulang tepat waktu, dan mandi di sore hari. Kita sudah sepatutnya untuk memiliki sikap disiplin. Disiplin datang tepat waktu, dan pulang tepat waktu. Ya, itulah aku. Toko sebenarnya tutup jam setengah 6 kurang 10 menit. Walaupun aku pulang duluan jam 5 sore, tetap bisa kok. Maka dari itu aku biasakan ketika waktunya pulang, aku pulang. Tidak untuk mengobrol dengan rekan kerja. Atau bercanda dengan mereka. Tapi sore itu aku biasakan untuk pulang ke Masjid. Loh kok ke Masjid? memang rumah mu dimana?

Rumah aku jaraknya cukup jauh. Kalau di tempuh menggunakan sepeda motor dengan kecepatan 60KM per Jam, sekitar 23 menit. Sedangkan malamnya pukul 18.30 aku harus kuliah. Kalau aku pulang kerumah yang di kramatwatu serang selama 23 menit + 10 menit kemungkinan macet di jalan ditambah lagi mandi 12 menit, bisa-bisa aku tidak sholat maghrib berjamaah di masjid. Belum lagi begitu pulang dari masjid pukul 18.15 lalu pulang kerumah sekitar 2 menit, lalu berangkat lagi ke kampus yang jaraknya hampir sama dengan jarak dari rumah ke tempat kerja yaitu 23 menit, aku sudah terhitung telat masuk kelas. Maka dari itu, untuk meminimalisir waktu yang terbuang serta bensin yang terpakai untuk pulang kerumah, aku antisipasi dengan pulang langsung ke Masjid terdekat yang dulu sering aku kunjungi saat masih SMA.

Di Masjid aku sempatkan untuk mandi di kamar mandi Masjid dengan membawa baju ganti di dalam tas. Meskipun sesekali aku melihat raut wajah penjaga masjid agak muram, namun aku tetap laksanakan rutinitas ini. Agar apa? Agar badanku terasa segar dan di kelas nanti malam aku lebih mudah untuk menyerap materi-materi yang dosen sampaikan.

Aku biasanya selesai mandi pukul 5:35. Nah itu aku ada waktu kosong. Nah waktu kosong ini aku manfaatkan untuk melancarkan bacaan Al-Qur'an sambil menunggu adzan maghrib. Setelah adzan berkumandang, aku bergegas maju ke shof pertama untuk melaksanakan sholat maghrib secara berjamaah. Setelah itu, aku pergi meninggalkan masjid menuju nasi goreng emperan. Loh kok ngelayab dulu, bukannya kuliah? hehe sabar teman teman. aku selesai sholat maghrib sekitar pukul 18.15. Nah sedangkan aku masuk kuliah setengah 7 atau 18.30. Kemanakah yang 15 menitnya? ya aku manfaatkan untuk makan malam di kedai nasi goreng emperan langgananku. Hmmm~ nasi gorengnya enaaak... harganya yang terjangkau serta pelayananya yang baik, bikin aku ngga bisa mencari makan malam yang lain hehe... Sebab salahsatu syarat dari konsentrasi belajar adalah perut yang kenyang. Begitulah kata dosenku hehe...

Oh iya selanjutnya adalah strategi kelima. Strategi ini sangat sepele. Namun jika kita mengabaikannya, kita akan celaka. 

Banyak orang yang menyesal dengan hadirnya deadline. Kerjaan deadline, tugas deadline, segala aktivitas deadline. Selalu menyalahkan deadline atau garis kematian. Padahal siapakah yang menciptakan deadline itu sendiri? Tentu jawabannya adalah kita sendiri. Deadline sangatlah mengganggu. Pekerjaan yang sangat minim waktu penyelesaian dan harus dikebut secepatnya. Banyak orang yang akhirnya mengalami stress karena deadline ini. Tak jarang pula ada yang sampai putus asa dan mencoba melakukan tindakan bunuh diri. Tentu janganlah kita contoh kejadian itu ya. 

Nah berkaitan dengan deadline ini, aku ingin bercerita. Dulu aku sering sekali mengalami deadline seperti yang aku jelaskan diatas. Penyebabnya tak lain adalah menunda-nunda pekerjaan. Jadi pekerjaan yang harusnya selesai dalam 1 hari, dan besok atau hari ini di serahkan, aku malah menundanya hingga lewat dari seminggu. Sedangkan client atau konsumen sudah bertanya tanya, bagaimana pesananku? Saat itu pula aku panik dan segera menyelesaikan tugasku. 

Tapi itu dulu. sekarang? tidak lagi. Tindakanku sekarang adalah menghindari deadline. Sebisa mungkin, jangan sampai aku bertemu dengan deadline. inilah Strategi kelimaku. Menghindari deadline. Setiap ada pekerjaan yang diberikan, aku selesaikan dengan cepat. Begitu juga tugas kuliahku. Begitu malamnya aku mendapat tugas dari dosenku, paginya langsung aku kerjakan. Dan paginya atau siangnya langsung aku kirim via email. hehe...

Ya teman-teman. mungkin itulah kelima strategi yang aku miliki dalam menjalani rutinitas sebagai seorang karyawan sekaligus mahasiswa semester 3. Kelima strategi itu semoga memiliki nilai positif dan bermanfaat untuk teman-teman yang sedang membaca diary ini. 

Oh iya, sesuai dengan judulnya, yaitu kuliah sambil kerja? siapa takut!. Jangan takut untuk kuliah sambil bekerja. Buktinya aku bisa kok memanajemen kesibukan kuliah sambil bekerja. Asalkan, semua harus didasari dengan niat yang tulus dan tujuan yang jelas. 

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk teman-teman sekalian. Sekarang pukul 4.40. dan hari ini baru aku upload. Padahal sudah dari semalam aku menulis artikel ini. Dikarenakan semalam aku terlalu ngantuk dan tidak kuat untuk melanjutkan ngeblog, dan di sore hari ini baru aku selesaikan Diary Sore Hari Part 2. Alhamdulillah.

Akhir kata, terimakasih. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. See ya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan harianku - part 1

Atlantica Online Indonesia ditutup, penggemar setia kecewa

Jangan menyesal!! Karena masa tuamu ditentukan dari sekarang (masa muda mu)