Cerita order makanan via go-jek go-food kedua kalinya

Kota Serang lagi heboh terkait hadirnya sebuah layanan pesan ojek berbasis aplikasi android bernama GoJek. Tentu di kota lain sudah lebih dulu ada GoJek. Dan sekarang di kota serang, khususnya di provinsi banten ini baru ada layanan GoJek.

Setiap hadirnya inovasi baru, selalu saja ada pro dan kontra dari berbagai pihak. Ada yang mendukung kehadiran gojek dan ada juga yang tidak suka dengan kehadirannya. Beberapa orang seperti saya mengaku sangat senang dengan hadirnya gojek. Meskipun, pada saat pertama kali launching gojek di kota Serang, dimana-mana ada gojek. Pada awalnya aku juga kurang suka, karena aku pikir gojek akan membuat ojek pangkalan semakin tersingkirkan. Namun aku berpikir lagi, semuanya sudah Allah atur. Dari jodoh, kematian dan rejeki, sudah Allah yang mengatur. Biarpun kehadirannya membuat para mamang ojek pangkalan tersingkirkan, tapi aku yakin selalu ada saja rejekinya masing-masing.

Kini aku ingin bercerita. Sebelumnya aku menuliskan artikel ini jam 12:09. Jam dimana lagi-lagi aku Insomnia alias tidak bisa tidur. Hadeuuh... Daripada bete nungguin ngantuk, mendingan nulis artikel di blog hehehe...

Kadang kita tidak bisa mikir kalau perut dalam keadaan kosong. Malam itu atau malam ini sama aja lah hehe... ya malam itu ceritanya aku laper. Berkali-kali aku ke dapur dan ke ruang makan, berharap ada makanan yang bisa dimakan. Malam itu di dapur tidak ada cemilan atau makanan. Begitu juga di ruang makan. Hanya ada beberapa potong kue yang sudah dingin dan keras yang tidak mungkin bisa aku makan. Aku pun membuka tudung saji berwarna oranye peninggalan almarhum mamah. Dan di dalamnya hanya ada sambel jengkol dan ikan goreng. Haduh... tengah malam, kalau aku makan jengkol, yang ada besok pagi perut aku darurat diare. Ikan? aku tidak makan ikan.

Lantas malam itu aku berpikir. Dan sesuatu teringat padaku. Bagaimana kalau pesan makanannya lewat gojek saja? Aku kan pernah sekali pesan makanan pakai aplikasi gojek. Tanpa berpikir panjang, aku langsung membuka aplikasi gojek yang terpasang di smartphone ku, dan memilih menu go-food. Nah di dalam menu go-food, aku pilih tab menu yang terdekat. Aku scroll kebawah, mencari makanan yang enak di makan tengah malam, murah, dan tidak jauh dari rumahku. Beberapa toko diantaranya sudah tutup. Dan ada juga yang tutupnya jam 12 malam. Berulang kali aku cari, tidak ada yang cocok dengan dompet dan jarak rumahku. hehehe...

Akhirnya pencarianku terhenti di sebuah rumah makan cendana ayam bakar kota serang. Lokasinya lumayan dekat dengan rumahku. Dekatnya 7Km. hahaha...

Aku pun memilih menu makanan ayam bakar biasa dan 1 porsi nasi. Total semuanya adalah 38ribu rupiah. 19 ribu harga ayam + nasi dan 19 ribu adalah ongkos kirimnya. Waktu itu uangku di dompet ada 500 ribu. Rencananya uang ini mau aku pakai untuk bayaran kuliah. Sedangkan uang jajanku di dompet sudah habis. Tinggal sisa 400rb lagi di atm, dan tidak aku pakai. Tanpa berpikir panjang, aku menekan tombol pesan. Kemudian gojek menemukan driver terdekat. Lalu driver itu menelponku.

"Assalamualaikum" sapa nya lembut. "Waalaikumsalam" jawabku.
"Bapak yang pesan ayam bakar cendana ya?" tanya nya pertama kali.
"Iya betul pak" jawabku.
"Lokasi di Pelamunan ya?" tanya nya lagi.
"Iya pak, di Kavling Citra Pelamunan Indah Gang Yudistira No. 15" kataku.
"Baik, nanti saya cek dulu ya ayam bakarnya, masih ada atau tidak" tutupnya.

Dan aku skip saja percakapan aku dengan mas mas gojeknya. Karena ternyata mas-masnya ini masih muda loh hahaha...

Malam itu ayam bakar yang aku pesan ternyata habis. Yang ada hanya ayam goreng. Yah apa boleh buat, karena harganya sama dan sama sama ayam, aku ganti menunya jadi ayam goreng saja. Pesanan pun segera tiba.

Setelah mas mas gojeknya menanyakan dimana tepatnya lokasi ku, pesanan pun sampai ketanganku. Malam itu aku bayar pakai uang 100 ribuan. Dan katanya "duh maaf mas, ga ada uang kecil. kembaliannya kurang". Waduh... malam-malam begini mana ada aku uang kecil. Dan aku bilang "sebentar ya mas, saya cari dulu uang kecilnya". Teringat di kamarku banyak sekali uang receh. Dan kemarin aku masih menyimpan kembalianku di atas meja belajar yang berantakan. Aku pun kembali keluar rumah, dan membayar pesanan yang seharga 38 ribu itu. "maaf ya mas, uangnya receh. coba di hitung aja dulu". ujarku. "nanti ajalah ngitungnya dirumah, makasih ya mas". Tutupnya, lalu meninggalkan rumahku pulang kerumahnya.

Bagaimana dengan ayam gorengnya? Ya aku makan lah hahaha... Kenyang sudah perutku ini. Nikmat sekali ayam goreng cendana. Ak merasa aplikasi gojek ini sangat membantu. Sebelumnya aku pernah memesan makanan di tempat kerjaku, untuk pertama kalinya waktu itu aku memesan ayam goreng madina. Ongkos kirimnya sebesar 10 ribu rupiah. Dan menurutku sangat sayang sekali kalau pesan makanan untuk 1 porsi. Karena jarak jauh mupun dekat, minimal 10 ribu rupiah.

Perut sudah kenyang dan sekarang saatnya tidur. Selesai aku menulis artikel ini, aku ingin langsung tidur. Karena melihat jam yang ada di laptop, waktu menunjukkan pukul 01.00. Wah, besok bisa-bisa aku terlambat kerja kalau sekarang tidak tidur. Aku akhiri dulu artikel ini, semoga bermanfaat. Dan tidak ada maksud untuk promosi loh ya hehehe...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan harianku - part 1

Atlantica Online Indonesia ditutup, penggemar setia kecewa

Jangan menyesal!! Karena masa tuamu ditentukan dari sekarang (masa muda mu)