Sipit, putih, tinggi, harum, fix kamu orang cina ya? (keluh kesah jadi orang sipit)

Sipit, putih, tinggi, harum, fix kamu orang cina ya? Haiyaaa... lu olang cina mana a? Cina glodok ha?

Ya, terus aja terus lu hina gue... kasarnya sih begitu. Tapi aku tidak mau kasar-kasar kepada semua orang. Karena sejatinya aku ini adalah orang yang lemah lembut, penyayang istri orang. ehhh? hahaha...


Artikel ini isinya bukan cuma sekedar curhatan jomblo ngenes yang menjalankan kehidupan sehari hari dengan menyedihkan. Melainkan ini adalah keluh kesah aku sebagai orang pribumi yang di cap sebagai orang cina. Bukan apa-apa, ini sangat mengganggu... suer deh.

Bos aku adalah seorang yang keturunan cina. Ya, cina identik dengan sipit. Ya, aku sipit teman-teman. Lihat saja fotoku ini.
Mirip seperti orang-orang cina yang hendak dikebumikan. Astaghfirullah... Bosku keturunan cina. Terkadang, setiap konsumen yang datang ke tempat kerjaku, dia berceloteh dan sesekali iseng bertanya kepadaku. "Kamu adiknya pak Alfon ya?". Oh pliss, pak, aku sebut saja dia bapak, karena memang dia sudah bapak bapak. Dalam hatiku berkata "Plis deh pak, liat lebih dalam lagi. Aku ini sama sepertimu, sama-sama pribumi. Aku orang Indonesia, Asli Indonesia, bawaan dari pabriknya loh pak. Aku cuma sipit pak, bukan orang cina, apalagi adiknya bos". Dengan sedikit geram, aku menarik nafas dan mencoba bercanda. "hahaha bukan lah pak, saya cuma karyawannya. Kalau pak alfon mah cuma punya adik saudara perempuan satu". Ujarku, meredam amarah. "oohh... bukan adiknya... tapi kamu kaya orang cina loh" balasnya. "ah masa sih pak, jauh kali, kulit saya aja item. Yang sama cuma matanya aja ko pak hehehe"... Makin lama kok makin kesel ya? Wis, aku konsentrasi ae ngedesain apa yang dia minta.

Selain kejadian itu, kejadian yang sama terjadi. Hari itu teman kerjaku sudah satu minggu tidak masuk kerja dikarenakan sakit kepala yang luar biasa katanya. Biasanya, aku dan kawan-kawan sebagai rekan kerjanya, selalu menjenguk orang yang sakit. Tak lupa sebelumnya juga kami dimintai sumbangan untuk meringankan beban mas beng-beng. Ya, mas beng-beng panggilannya. Hari itu, aku lupa berapa orang yang ikut. Yang pasti hari itu, kami tiba disana maghrib sekali. Setibanya disana, kami beristirahat sejenak berceloteh sambil meminum teh hangat yang di suguhkan istrinya mas beng-beng. Karena waktu sudah maghrib, kami berinisiatif untuk sholat berjamaah di rumah mas beng. Selesai sholat, kami kembali lagi berceloteh sampai setengah 7 malam. Terasa sudah cukup, kami pun lekas pamitan pulang kerumah masing-masing. Aku berangkat ke kampus. Yaa walaupun aku rasa telat, tapi berangkat saja supaya tidak ketinggalan materi. Keesokan harinya, mas beng cerita kepadaku. "paw", mas beng memanggilku. "paw, kemarin istri gue cerita ke gue. katanya, yah, yang sipit itu adiknya pak bos ya?". hah?! "masa sih mas beng? waduh dua tuh yang bilang kaya adiknya bos" balasku. Dan mas beng pun mentertawaiku...

Dan ini adalah kejadian ketiga. Aku harap ini yang pertama dan terakhir. Seorang remaja tanggung, mengendarai sepeda motor yang tidak aku kenal, meledekku dengan sangat dekat. Ia meledekku dengan bahasa cina aneh yang tidak aku pahami. Aku tahu maksudnya apa. Dia meledekku kalau aku ini seorang cina. Kurang asem... Dalam hati aku berkata, "dasar anak remaja jaman sekarang, tidak mengerti sopan santun". Kesel loh... keterlaluan memang. Tapi ya apa daya lah. Namanya juga ABG. kelakuan seperti anak kecil sudah biasa.

Lalu aku berpikir lagi. Tidak masalah terlahir dengan mata yang sipit alias kecil dan segaris. Yang penting aku masih bisa melihat dengan normal. Aku juga bersyukur terlahir dengan sempurna, tidak ada cacat sedikitpun. Coba kalau kita merenung sejenak. Memandang kebawah. Masih banyak yang kurang lengkap alias cacat. Kita sudah di ciptakan sesuai porsi kelebihan dan kekurangannya. Huft... Sabar panca, jangan marah kalau ada yang ngeledek kamu sipit atau bilang kamu sipit. Sipit sipit juga ganteng. Ya ngga? hehehe...

Ya itulah keluh kesahku menjadi orang sipit. Ambil sisi positifnya, yang negatif jangan di ambil. Ntar kesurupan loh hehehe...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan harianku - part 1

Atlantica Online Indonesia ditutup, penggemar setia kecewa

Jangan menyesal!! Karena masa tuamu ditentukan dari sekarang (masa muda mu)