Diary tahun baru 2018


Halo! Selamat malam, assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. 

Apa kabar teman-teman bloggerku? Baik-baik saja kan? Hehehe lama tak berjumpa ya. Setelah sekian abad aku menghilang dari dunia blog, kini aku kembali lagi dengan cerita keseharianku yang seru. Mau tau ceritaku hari ini? Simak terus artikelku ini sampai habis yah.

Dear diary. Aku akan menceritakan bagaimana pengalaman tahun baru ku di tahun yang lalu dan sekarang.
  
Tahun baru adalah sebuah pergantian tahun setelah melewati hari, minggu, dan bulan yang panjang. Kalender yang kita pakai adalah tanggalan Masehi atau matahari. Dalam satu tahun, ada 12 bulan. Ya kalian pasti tahu lah hehehe. Nah biasanya nih guys, setiap pergantian tahun, dunia akan menyambutnya dengan berbagai macam tradisi. Umumnya sih pesta kembang api dan terompet. Ya, biasanya orang-orang akan mulai berkumpul dari sore hari untuk menunggu pukul 00 atau pukul 12 malam. Dan biasanya di 10 detik terakhir akan di hitung mundur atau countdown, lalu di sambung dengan tiupan terompet dan kembang api yang meledak di langit. Ya, tradisi itu sudah menjadi tradisi orang-orang di dunia, termasuk indonesia. 

Disini aku mau bandingin tahun baru 2017 dan 2018. Yang padahal sih keduanya sama aja dan ga ada bedanya.

Mulai dari tahun baru 2017. Dimana waktu itu aku sedang ada di Jogjakarta bersama keluarga dalam rangka liburan dan menyambut tahun baru 2017. Waktu itu aku ngga sadar kalau sebentar lagi tahun 2016 akan berakhir. Sumpah, sama sekali ngga sadar. Yang ada di dalam pikiranku hanya liburan di jogja, naik pesawat untuk pertama kalinya, dan ke candi borobudur untuk sekali dalam seumur hidup, udah itu aja. Eh tapi rencana babeh atau bapakku ini berbeda. Ternyata dia ingin ngajak aku dan yang lainnya ke Malioboro, yang mana setiap tahunnya di sanalah titik keramaian saat tahun baru. Padahal aku cuma ingin tahun baruku homestay. Karena jujur, aku sangat tidak suka keramaian. Aku akan merasa tidak betah kalau berada di tengah-tengah kerumunan banyak orang. Ya, akhirnya dengan terpaksa aku ikut menyaksikan pesta kembang api yang menghiasi langit-langit malam dengan wajah super ngantuk. Karena aku sama sekali ngga bisa begadang sampai tengah malam. 

Begitulah cerita singkatnya tahun baruku di tahun 2017. Memang sih banyak sekali pengalaman yang aku dapatkan disana. Mulai dari kali pertamanya aku naik pesawat dengan jarak tempuh yang cukup jauh, dan di tempuh dalam waktu satu jam. Kemudian aku mulai hobi ngeblog lagi. Karena di homestay ku di lempuyangan sangat nyaman dan banyak sekali inspirasi dan ide untuk menulis. Kemudian di tanggal 31 Desember adalah kali pertamanya aku mencoba kopi rasa red velvet di kafe pinggir jalan. Lalu menikmati jajanan enak di sepanjang jalan malioboro, belanja baju-baju keren, dan hiburan yang unik. Dan tau gak sih? Ya, waktu itu aku sih pengennya usai maghrib aku dan keluargaku ini pulang. Tapi babeh kekeh pengen tetap disini sampai jam 12 malam. Yowes aku nurut ae.

Lalu di tahun 2018. Tahun 2017 ini di tutup tanggal 31 desember. Tahun baru kali ini sangat berbeda. Sepi, sunyi dan aku tidak ikut merayakannya.

Jomblo? Iya, aku emang jomblo. Kenapa? Dasar orang yang punya pacar. Mau apa koe? Sono tahun baru sama pacarmu dan teman-temanmu. Aku mending sendirian, menikmati malam liburku untuk nulis cerita di blog. Ndak kaya koe! Huuu~ -_-

Di tahun baru 2018, ba'da isya aku pergi sendiri ke taman kopi, yang jaraknya ngga terlalu jauh dari rumahku. Disini tempatnya nyaman, dekorasinya unik berlatarkan taman. Ya meskipun lokasinya di pinggir jalan sih, kalian tau sendiri lah seperti apa berisiknya. Tapi untungnya malam ini keadaan di jalan raya tidak seramai biasanya. Volume kendaraan yang melintas terbilang sedang lah, hehehe.




Sebelumnya sahabat baikku Sofwatul Adyan mengajakku untuk menghadiri istighosah. Tapi entah kenapa, hati dan langkah kaki ku ini berat sekali untuk berangkat ke pengajian yang hanya ada sekali dalam setahun itu. Maafkan aku sahabat. Alhasil, karena aku mulai bosan di rumah terus, ba'da isya aku berangkat ke kafe yang biasa aku kunjungi kalau lagi punya uang. hehehe.

Disini aku menulis blog dengan lancar, dan aku mulai menuangkan ide yang sudah aku bawa dari rumah. Inilah tahun baruku. Aku menyambutnya dengan biasa saja. Tanpa kembang api, tanpa terompet, tanpa konvoi di jalanan, hanya duduk dengan tenang di temani kopi red velvet with cappucino. Adem... Tapi mungkin akan lebih adem lagi kalau aku berdiam diri dirumah, tidur, atau ikut acara istighosah bersama sahabat. Huff.. mungkin lain kali ya sahabat. 

Teman-teman. Disini aku ingin menyampaikan hal penting. Simak baik-baik ya. Tapi sebelumnya aku mau minta maaf kalau pesanku ini agak menyinggung teman-teman. Tapi aku harap, semoga dari pesanku ini, teman-teman akan sadar tentang seberapa pentingnya kita dalam menyambut tahun baru. Monggo di simak.

Tahun yang kita lalui adalah uraian dari sisa umur yang kita miliki. So, manfaatkanlah sisa umur kita dengan sebaik mungkin. Kalau bisa sih lebih baik kita menghabiskan sisa umur kita untuk senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Karena tujuan kita hidup di dunia ini adalah hanya untuk beribadah kepada Allah saja. Kita taati apa yang Allah perintahkan, dan kita jauhi apa yang Allah larang.

Akan lebih baik lagi kalau kita tidak ikut merayakan tahun baru. Karena menurutku tidak ada faedah atau manfaatnya sama sekali. Yang ada hanya membuang-buang waktu, tenaga dan uang, pasti. Lagi pula tradisi yang selama ini kita lakukan dalam memeriahkan tahun baru, tidak pernah di ajarkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Jadi, ngapain repot-repot kita merayakan tahun baru? Bukannya jadi nambah pahala, eh malah jadi dosa. Coba bayangin, dengan kita membeli kembang api. Itu sama saja seperti kita membakar uang kita. Lalu tahukah kamu, kembang api adalah tradisi yang biasa di lakukan oleh kaum majusi atau pemuja api. Kemudian topi kerucut, terompet, dan lonceng yang semuanya juga adalah simbol dari agama nasrani dan yahudi. Tentu sangat tidak pantas kita yang resmi memeluk agama islam, dan terlahir sebagai seorang muslim mengikuti budaya mereka.

Ingatkah kita tentang hadits yang berbunyi ;
"barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka" (HR. Abu Dawud, Hasan).

Mengerti kan maksudnya? Ih ngeri banget yah. Secara tidak sadar, jika kita mengikuti tradisi mereka (orang kafir), maka kita akan termasuk bagian dari mereka. So, buat kamu yang merasa muslim, sebelum pergi menyambut tahun baru ini, lebih baik kamu pikir-pikir lagi deh apa dampak yang akan kamu dapatkan. So sudah pasti kamu akan tidur larut malam, dan bangun kesiangan. Tentu kita akan melewatkan Sholat Subuh, dan aktivitas lainnya jadi terganggu. Beli petasan, terompet, dan aksesoris lainnya akan membuat dompetmu semakin tipis. Barang-barang itu memang murah sih. Tapi semua itu tidak ada manfaatnya. Mending kita sumbangin uangnya untuk anak-anak yatim yang membutuhkan. Jadi berkah kan? hehe...

Dan malam ini aku tidak merayakannya dan menyambutnya dengan biasa saja. Mungkin setelah aku selesai menulis diary di blog ini, aku akan langsung pulang dan tidur. Karena selama liburan ini aku ingin bersantai dirumah bersama keluarga. Dan pilihan yang aku ambil ini tidak salah dan tidak juga benar. Seharusnya aku tetap berdiam diri dirumah. Tapi karena kebutuhan aku ingin menulis diary di blog, maka aku sempatkan diri untuk keluar rumah sebentar.

Begitulah diaryku malam ini. Gimana? Seru tidak? 

Kalau seru dan kalian ingin berkomentar, silahkan tinggalkan komentar kalian di kolom komentar yang tertera di bawah.

Tetap stay di blog aku, karena akan banyak sekali cerita yang aku buat untuk kalian baca. Semoga bermanfaat, selamat beristirahat, selamat berlibur akhir tahun, dan selamat malam.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan harianku - part 1

Atlantica Online Indonesia ditutup, penggemar setia kecewa

Jangan menyesal!! Karena masa tuamu ditentukan dari sekarang (masa muda mu)