Salah pilih menu. Dikira tahu isi, ngga taunya ayam goreng tepung
Salah Pilih menu - Kok bisa ya???
Jadi ceritanya gini. Hari ini, aku bener-bener ngga punya uang sama sekali. Sumpah berangkat kerja pun aku ngga bawa uang sepeserpun. Padahal baru juga pertengahan bulan, masa iya uangnya udah abis. Nah itu dia guys. Aku ini tipikal anak yang boros. Boros muka, boros bensin, dan boros segala galanya. Punya uang 100 ribu di dompet, itu bisa habis dalam satu hari. Kacau emang. Ini sifat aku yang ga boleh di tiru ya guys. Nurutin kemauan sih boleh-boleh aja. Tapi kalau apa yang ingin kita beli itu ngga penting, plis deh jangan memaksakan kehendak dompet. Hehehe...
Gara-gara ga punya duit, jam istirahat pun aku puasa. Ya meskipun paginya makan. Hehehe...
Puasa macam apa itu ya.
Tapi rekan kerjaku ini orangnya baik. Dia pengertian banget sama aku. Ketika dia ngeliat aku ngga makan siang, dia berbaik hati membelikan sebungkus gado-gado. Ya Allah, panjangkanlah umurnya, berikanlah kesehatan untuknya, dan limpahkan lah rizkiMu kepadanya. Aamiin...
Ya, doakan saja teman aku yang baik hati ini ya guys. Karena salah satu pintu menuju surga adalah memberi makan orang yang kelaparan. Seperti aku hehehe....
Lalu sorenya aku bingung. Karena malamnya aku harus kuliah, dan perut ini harus di isi agar pelajaran yang disampaikan dapat aku pahami. Tapi, namanya gapunya duit. Apa boleh buat. Apa aku harus berpuasa lagi? Sedangkan tubuh ini terasa lemas tak berdaya. Sepertinya aku masuk angin. Aku dilema. Apa aku harus meminjam uang ke temanku? Atau malamnya aku tidak makan?
Zettt~
Seketika otakku berfikir. Aku ingat, aku masih menyisihkan sebagian uangku di ATM. Kira-kira saldonya ada sekitar 70 ribu lagi. Alhasil hari aku masih punya harapan untuk makan malam.
Tanpa berpikir panjang, di sepanjang jalan aku mencari ATM yang sesuai. Beberapa diantaranya aku temui ATM di minimarket yang diluarnya ada tukang parkir. Aku paling anti dengan yang namanya tukang parkir. Masa parkir sebentar saja di mintain uang. Dan kalau misalnya hari itu aku di mintain uang parkir, aku bayar pakai apa? Uang yang baru di ambil di ATM?
Setelah melaksanakan perjalanan jauh, di pinggir jalan tak jauh dari kampusku ada sebuah minimarket yang menyediakan ATM. Siiip~ Sikat mang...
Penarikan berhasil. Terambil uang 50.000 dan tersisa saldo 17.000. Hiks~ Dasar, mahasiswa kere. Tapi lihat saja. Kalau aku sudah menjadi penulis terkenal, buku ku terjual di mana-mana, dan aku menjadi freelancer desain yang dikenal banyak orang, Saldoku akan menjadi 10 bahkan 100 kali lipat dari yang sekarang. Lihat saja, dan doakan saja hehehe...
Uang berhasil di ambil, dan saatnya aku buat cari makan.
Tak jauh dari minimarket, ada sebuah WARTEG Bahari atau warung makannya orang tegal. Aku makan di sana. Antrian cukup lama, dan aku pun akhirnya dilayani. Saat di tanya aku mau makan apa, aku menjawab. "Hmm.. Telor ceplok balado, sama ini nih, tahu isi, terus kuahin. Udah itu aja"
Dan ibu itu menuruti apa yang aku mau.
By the way, entah aku yang gatau atau si ibu yang lagi ngga konsen, tahu isi yang aku tunjuk tadi, pas aku makan, gataunya itu adalah ayam goreng tepung. Keras pula. Hadeh, tak kira tahu isi. Ga taunya ayam goreng.
Pas si ibu nganterin air putih ke aku, aku bilang "Bu, tak kira tahu isi. Eh gataunya ayam goreng ya". Si ibu sontak bengong. Lah ini bener-bener miskomunikasi toh. Ah yasudah lah. Si ibu itu ketawa-tawa, ngga nyangka kalau dia ngga tau apa yang dia ambil. Dan emang kecerobohan aku juga ngga nanya dulu ke si ibu.
Saat hendak bayar, masih aku tegur dengan nada bercanda. Si ibu ketawa terbahak-bahak. Dan membuat teteh cantik yang di sebelah si ibu ikutan ketawa. Hadeh... Allah memang sedang menguji sekaligus menghiburku.
Next time, aku makan di tempat itu lagi hahaha... ya meskipun Ayam goreng nya seperti tahu isi. Tapi enak ko masakannya. Makasih ya bu 😄
Dan next time, aku harus lebih berhemat dalam keuangan. Sebab, bagaimana pun juga rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, dan ramai pangkalan ojek. eh
Begitu saja cerita hari ini
Semoga kalian yang membaca ceritaku ini menjadi terhibur
Dan semoga bermanfaat
Jadi ceritanya gini. Hari ini, aku bener-bener ngga punya uang sama sekali. Sumpah berangkat kerja pun aku ngga bawa uang sepeserpun. Padahal baru juga pertengahan bulan, masa iya uangnya udah abis. Nah itu dia guys. Aku ini tipikal anak yang boros. Boros muka, boros bensin, dan boros segala galanya. Punya uang 100 ribu di dompet, itu bisa habis dalam satu hari. Kacau emang. Ini sifat aku yang ga boleh di tiru ya guys. Nurutin kemauan sih boleh-boleh aja. Tapi kalau apa yang ingin kita beli itu ngga penting, plis deh jangan memaksakan kehendak dompet. Hehehe...
Gara-gara ga punya duit, jam istirahat pun aku puasa. Ya meskipun paginya makan. Hehehe...
Puasa macam apa itu ya.
Tapi rekan kerjaku ini orangnya baik. Dia pengertian banget sama aku. Ketika dia ngeliat aku ngga makan siang, dia berbaik hati membelikan sebungkus gado-gado. Ya Allah, panjangkanlah umurnya, berikanlah kesehatan untuknya, dan limpahkan lah rizkiMu kepadanya. Aamiin...
Ya, doakan saja teman aku yang baik hati ini ya guys. Karena salah satu pintu menuju surga adalah memberi makan orang yang kelaparan. Seperti aku hehehe....
Lalu sorenya aku bingung. Karena malamnya aku harus kuliah, dan perut ini harus di isi agar pelajaran yang disampaikan dapat aku pahami. Tapi, namanya gapunya duit. Apa boleh buat. Apa aku harus berpuasa lagi? Sedangkan tubuh ini terasa lemas tak berdaya. Sepertinya aku masuk angin. Aku dilema. Apa aku harus meminjam uang ke temanku? Atau malamnya aku tidak makan?
Zettt~
Seketika otakku berfikir. Aku ingat, aku masih menyisihkan sebagian uangku di ATM. Kira-kira saldonya ada sekitar 70 ribu lagi. Alhasil hari aku masih punya harapan untuk makan malam.
Tanpa berpikir panjang, di sepanjang jalan aku mencari ATM yang sesuai. Beberapa diantaranya aku temui ATM di minimarket yang diluarnya ada tukang parkir. Aku paling anti dengan yang namanya tukang parkir. Masa parkir sebentar saja di mintain uang. Dan kalau misalnya hari itu aku di mintain uang parkir, aku bayar pakai apa? Uang yang baru di ambil di ATM?
Setelah melaksanakan perjalanan jauh, di pinggir jalan tak jauh dari kampusku ada sebuah minimarket yang menyediakan ATM. Siiip~ Sikat mang...
Penarikan berhasil. Terambil uang 50.000 dan tersisa saldo 17.000. Hiks~ Dasar, mahasiswa kere. Tapi lihat saja. Kalau aku sudah menjadi penulis terkenal, buku ku terjual di mana-mana, dan aku menjadi freelancer desain yang dikenal banyak orang, Saldoku akan menjadi 10 bahkan 100 kali lipat dari yang sekarang. Lihat saja, dan doakan saja hehehe...
Uang berhasil di ambil, dan saatnya aku buat cari makan.
Tak jauh dari minimarket, ada sebuah WARTEG Bahari atau warung makannya orang tegal. Aku makan di sana. Antrian cukup lama, dan aku pun akhirnya dilayani. Saat di tanya aku mau makan apa, aku menjawab. "Hmm.. Telor ceplok balado, sama ini nih, tahu isi, terus kuahin. Udah itu aja"
Dan ibu itu menuruti apa yang aku mau.
By the way, entah aku yang gatau atau si ibu yang lagi ngga konsen, tahu isi yang aku tunjuk tadi, pas aku makan, gataunya itu adalah ayam goreng tepung. Keras pula. Hadeh, tak kira tahu isi. Ga taunya ayam goreng.
Pas si ibu nganterin air putih ke aku, aku bilang "Bu, tak kira tahu isi. Eh gataunya ayam goreng ya". Si ibu sontak bengong. Lah ini bener-bener miskomunikasi toh. Ah yasudah lah. Si ibu itu ketawa-tawa, ngga nyangka kalau dia ngga tau apa yang dia ambil. Dan emang kecerobohan aku juga ngga nanya dulu ke si ibu.
Saat hendak bayar, masih aku tegur dengan nada bercanda. Si ibu ketawa terbahak-bahak. Dan membuat teteh cantik yang di sebelah si ibu ikutan ketawa. Hadeh... Allah memang sedang menguji sekaligus menghiburku.
Next time, aku makan di tempat itu lagi hahaha... ya meskipun Ayam goreng nya seperti tahu isi. Tapi enak ko masakannya. Makasih ya bu 😄
Dan next time, aku harus lebih berhemat dalam keuangan. Sebab, bagaimana pun juga rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, dan ramai pangkalan ojek. eh
Begitu saja cerita hari ini
Semoga kalian yang membaca ceritaku ini menjadi terhibur
Dan semoga bermanfaat

Komentar
Posting Komentar