Mati satu tumbuh seribu

Pernah mendengar kalimat "mati satu tumbuh seribu"? Betul. Dalam lagu wajib nasional, ini merupakan penggalan lirik dari lagu gugur bunga. Gugur satu tumbuh seribu. Artinya hari ini gugur maka tunas baru akan tumbuh. 


Namun hari ini kalimat tersebut fungsinya berbelok. Generasi hari ini memakai kalimat tersebut pada saat kehilangan salah satu temannya. Hilang bukan berarti meninggal. Namun status keberadaannya dipertanyakan dimana, dan kemana.

Janganlah kita membiarkan teman kita menjauhi kita karena suatu masalah. Buatlah diri kita senyaman mungkin untuknya. Jangan menyinggung perasaanya sehingga mereka pergi.

Dalam Islam, bermusuhan lebih dari 3 hari, maka Rasul sangat tidak menyukainya. Bahkan memutuskan tali silaturahmi adalah hal yang sangat dilarang.

Dalam hidup kita harus membangun reputasi yang baik. Bangun jembatan kekerabatan sehingga kita bisa selalu ada saat teman membutuhkan. 

Jangan pelit, berbuat baiklah, tidak akan rugi. Terhubungnya kita dengan teman akan memudahkan hidup kita.

Mati satu, jangan biarkan yang lain mati. Mulai sekarang, rangkul lah teman mu yang sedang menjauhimu. Bicaralah kepadanya dengan santun. Jagalah perasaannya.
Siap???

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan harianku - part 1

Atlantica Online Indonesia ditutup, penggemar setia kecewa

Jangan menyesal!! Karena masa tuamu ditentukan dari sekarang (masa muda mu)